Jumat, 19 Desember 2008

Sunduquna Juyubuna

Ketika kantor Dewan Pimpinan Pusat Ikhwanul Muslimin di Hilmiyah Al Jadidah semarak dengan berbagai macam program dan aktivitas, kantor yang tidak berapa luas itu jadi terasa sempit. Beberapa ikhwan berpikir untuk mencari lokasi dan tempat lain yang lebihluas, guna membantu kelancaran semua kegiatan dan program jamaah.

Di sela-sela rencana itu, pandangan beberapa Ikhwan tertuju pada sebuah bangunan vila yang berhadapan dengan kantor pusat Ikhwanul Muslimin. Vila itu dikelilingi halaman yang luas. Beberapa Ikhwan kemudian menyampaikan hal itu kepada Imam Asy-Syahid. Beliaupun mengutus beberapa Ikhwan untuk bernegosiasi dengan pemilik bangunan tersebut. Akhirnya, tercapai kata sepakat vila itu akan dijual dengan harga 10.000 Junaih. Padahal, waktu itu kas yang dimiliki Ikhwan hanya 500 Junaih. Beliau kemudian menandatangani perjanjian awal dengan memberikan pembayaran di muka sebesar uang yang ada saat itu